Ingatkah dulu pertama kali kita bertemu ?
Aku masih ingat semuanya, jika kau lupa akan aku ceritakan kembali kisah kita
Kita adalah teman di salah satu perguruan bela diri Taekwondo, kita masuk bersama tanpa saling mengenal, pada waktu itu aku masih kelas 1 SMA, hingga suatu hari takdirpun memperkenalkan kita.
Disebuah Aula Pendopo biasa kita latihan, kita menyapu berdua, kau melihat seekor cicak dan kaget, akupun terkejut melihatmu, dan kita pun tertawa bersama, manis bukan..
Lambat laun kita pun saling mengenal, bahkan semakin dekat.. hingga semua orang iri melihat kita, kau bagaikan kakakku dan aku bagaikan adikmu, segala apa yang kau ucapkan aku selalu mendengarkanmu, karna kau bagaikan kakakku. Aku selalu berusaha membuatmu senang, berpura-pura bodoh di depan semua orang, agar kau terlihat unggul di depan mereka, mengalah denganmu bagiku tak masalah. Sempat kau bilang padaku, bahwa kau takkan pernah meninggalkanku hanya karna seorang pacar, takkan berubah hanya karna seorang laki-laki. Aku senang dengan kata-katamu itu, ku ikuti kemana saja langkahmu, demi sahabatku..
Saat kejuaraan Taekwondo, kau selalu menyemangatiku, aku ingat kata" yang kau berikan pada ku waku itu "Jangan takut, teman itu tidak selalu ada disaat kita sedih" karna itu aku berani bertanding,
Lama-lama kita semakin dekat, pergi bersama, berenang dan ada banyak kisah tentang kita.
Karna kau kakak kelasku jadi kau lulus SMA lebih dulu dari aku, dan saat itu hubungan kita semakin renggang, kau semakin jauh dariku, aku mencoba memaklumi semua kesibukan mu. Karna mungkin duniamu sekarang jauh berbeda dari dulu.
Sekarang aku sudah menjadi seorang Mahasiswa di Kampus yang sama denganmu, Hey.. kita bertemu lagi kawan, kau masih ingat aku ? Dan terntaya kau masih ingat denganku, syukurlah..Kau kenalkan aku dengan teman-temanmu bahwa aku adikmu, itu membuatku aneh dan malu, dan aku tetap jadi pendiam dengan berpura-pura terlihat bodoh.
Suatu hari kau bujuk aku mengikuti kegiatan yang kau ikuti disini, sebuah Organisasi Pecinta alam, dari awal aku tak berminat dengan itu, tapi kau terus membujukku, sudah ku katakan ribuan kali aku tidak mau ikut, tapi kau tetap berusaha agar aku ikut, kau pinjamkan semua alat yang ku butuhkan hingga aku mengalah untuk ikut, kegiatan yang menguras tenaga itu membuatku semakin dekat denganmu, kau bisikan padaku "Apapun yang terjadi jangan menangis" aku turuti keinginanmu hinga aku tak menangis sedikitpun.. bersamamu aku mulai punya dunia baru, semakin dekat denganmu, hingga akhirnya kau jatuh cinta pada seseorang, dan kau mulai teropsesi dengannya, lambat laun kau mulai meninggalkanku,kau biarkan aku sendirian, kau perjanji takkan meninggalkanku, tapi kau tinggalakan aku, kau berjanji untuk pendaki gunung denganku, tapi kau biarkan aku mendaki sendirian.
Hari demi hari kau mulai memikirkan egomu, kau tinggalkan aku demi laki-laki itu, kau ingkari janjimu demi dirimu sendiri, hingga habis kesabaranku, hingga aku tak ingin mengalah lagi dengamu.
Hari demi hari aku sering dengar hal buruk tentang dirimu, namun aku tak ingin mengungkit di depanmu karna aku tau itu menyakiti hatimu, aku hanya diam, karna aku lebih tau kamu di bandingkan semua orang,
Sekarang kau bahkan bagaikan orang yang tak mengenalku, kau bawa aku ke organisasi mu dan kau tinggalkan aku sendiri, kau bawa aku masuk pmi, dan kau tinggalkan aku sendiri, sekarang bahkan spa pun tak pernah ku dapat darimu, hingga akhirnya aku dapatkan sahabat-sahabat baru pengganti dirimu, merekalah orang-orang yang selalu ada untukmu, tapi bukan berarti aku melupakanmu,
Dimana Sahabatku yang dulu ku kenal ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar